Hay friends, Dengerin lagu yuks
Hehehehe ..
Irra Agustiyanti

Female, 42 years

USU Ekonomi Manajemen

irra.feisal@windowslive.com

Inti Duta Surya

Tiban Riau Bertuah

Batam, Indonesia

'Hi...Wish u enjoy at My Blog.....'
Journey of Destiny

Jumat, 26 Agustus 2016

Journey of Destiny : Menahan Amarah Menghapus Dendam

“Aku benci dia”
“Aku tidak mau lihat dia lagi”
“Aku tidak akan memaafkan dia”
“Aku akan buat dia rasa apa yang aku rasa”



Pernah atau tidak terlintas ungkapan-ungkapan di atas meniti di bibir kita atau berkunjung di benak hati dan fikiran kita? Jika ya, apakah sebenarnya perasaan kita ketika itu? Marah? Benci? Sedih? Jika tidak, syukurlah kerana jiwa kita bebas daripada belenggu dendam.

Marah dan emosi adalah tabiat manusia. Oleh karena itu, agama memerintahkan kita untuk mengendalikan kemarahan itu, agar tak sampai menimbulkan dampak negatif. Jauhilah hal-hal yang membuatmu marah atau dapat memicu kemarahanmu.


Perasaan dendam membuatkan kita tidak senang hati.

Mendengarnya saja sudah membuat jiwa resah dan terusik. Pasti berbagai perasaan berkecamuk yang sudah tentunya berbaur dengan aura yang negatif. Dendam itu memakan jiwa, merusakkan rasa dan menyesakkan diri. Seseorang yang menyimpan dendam pasti berada dalam keadaan tidak senang hati. Mereka merasakan semua serba tidak adil dan perlukan tindakan untuk menuntut bela.

Sifat dendam sangat berkait dengan perasaan marah. Sebagai manusia sewajarnya kita dikaruniai berbagai perasaan. Rasa gembira, sedih, kecewa, bangga, marah dan lain - lain. Perasaan ini sering berubah-rubah. Namun, perasaan ini perlu ada untuk mewarnai kehidupan kita.


“Sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah s.a.w : Ya Rasulullah nasihatilah saya. Beliau bersabda: Jangan kamu marah. Dia menanyakan itu berkali-kali. Maka baginda bersabda, Jangan engkau marah”.(HR.Abu Hurairah r.a)


Seseorang yang dalam keadaan marah, emosinya terganggu, pikirannya kacau dan galau. Ketika itulah ucapannya sering ngelantur mendahului apa yang dipikirkan oleh akal sehatnya. Seperti melepaskan lelah yang panjang tanpa berpikir semua kata-kata yang dilontarkan kepada seseorang yang dimarahinya begitu menyakitkan.

Imam Ghazali pernah bertanyakan kepada anak-anak muridnya:

“Apakah yang paling tajam sekali di dunia ini?”
Mereka menjawab: “Pedang”
Lalu Imam Ghazali menjelaskan bahawa yang paling tajam sekali di dunia ini adalah lidah manusia. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.


sabda Nabi Muhammad s.a.w
“Amal yang paling dicintai Allah s.w.t adalah menjaga lisan”
(Hadis riwayat Baihaqi)


Mahakuasa Allah menciptakan manusia dengan sebaik-baik penciptaan. Cukup sempurna ciptaan Allah. Antara kekuasaan Allah dapat dilihat dalam penciptaan anggota tubuh manusia. Sungguh setiap ciptaan Allah itu tidak sia-sia dan pasti ada hikmahnya. Allah menciptakan manusia dengan dua telinga dan satu mulut supaya kita lebih banyak mendengar daripada berbicara.

Bagaimanakah cara untuk menahan marah?


Rasulullah s.a.w bersabda:“Apabila salah seorang dari kamu marah, dan ketika itu ia dalam keadaan berdiri, maka hendaklah ia duduk. Kerana hal itu akan menghilangkan marahnya. Dan kalau tidak, maka hendaklah ia berbaring”
(Hadis riwayat Muslim)

“Sesungguhnya marah itu dari syaitan. Syaitan itu dijadikan dari api. Maka apabila kamu marah hendaklah kamu berwudhu”
(Hadis riwayat Adu Daud)


Apabila kita hendak marah, segeralah beristighfar sehingga hilang perasaan marah tersebut.

Diam sebentar, sabar kemudian pikirkan tentang masalah tersebut. Adakah wajar dan sesuai untuk melontarkan kemarahan? Jika terlanjur melepaskan kemarahan, segeralah beristighfar. Mohonlah keampunan daripada Allah s.w.t dan kekuatan untuk menghadapi situasi tersebut walaupun sakit.


Menahan marah adalah salah satu jalan mendapat ketenangan hati


Sabda Rasulullah s.a.w“Maukah kamu aku beritahukan perkara yang dengannya Allah memuliakan seseorang dan mengangkat darjat ketinggiannya? Mereka menjawab, ‘Apakah itu ya Rasulullah’. Rasulullah s.a.w bersabda, ‘Berlemah-lembutlah terhadap orang yang mengetahui kamu, maafkanlah orang yang menzalimi kamu, berikanlah kepada orang yang tidak pernah memberi kepada kamu dan hubungkanlah silaturrahim dengan orang yang memutuskan silaturrahim dengan kamu”
(Hadis riwayat At-Tabrani dan Al-Bazzar)


Seseorang yang memaafkan kesalahan orang lain, sebenarnya sedang membantu memperbaiki dirinya untuk menjadi lebih baik. Malah dia akan dihormati dan disayangi oleh orang sekelilingnya. Ingatlah sifat dendam dan marah itu jika dibiarkan bersarang di dalam diri pasti menghitamkan hati. Jadi bersihkanlah ia dengan kata-kata maaf, ridha dan taubat kepada Illahi. Buangkanlah sifat pemarah dan dendam ini dalam diri kita agar hidup kita sentiasa tenang.


Marah itu nafsu. Raihlah ganjaran menahan marah

Sesungguhnya orang yang dapat menahan marah itu adalah seorang yang hebat dan akan dikaruniai ganjaran yang lumayan daripada Allah s.w.t.


“Bukanlah orang yang kuat itu yang dapat mengalahkan lawannya, kekuatan seseorang itu bukan diukur dengan kekuatan tetapi yang disebut orang kuat adalah orang yang dapat menahan nafsunya pada waktu marah”.
(Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)

“Barangsiapa yang menahan marah, padahal ia mampu untuk melampiaskannya, maka Allah akan menyerunya di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, hingga ia dipersilakan oleh Allah Taala untuk memilih bidadari yang ia sukai”.
(Hadis riwayat Abu Daud dan At-Tirmidzi)



Anda akan menjadi manusia yang cukup kuat apabila dapat memaafkan

Belajarlah mendidik diri untuk mengendalikan kemarahan. Jangan wujudkan walau sedikit pun perasaan dendam dalam diri kita. Dengan memaafkan orang lain berarti anda cukup kuat untuk bisa memahami bahawa manusia tidak sempurna dan bisa berbuat salah. Dengan memaafkan juga langkah anda menjadi ringan dalam meraih impian.

Sudahkah kita bersedia memperbaiki diri? Mari kita  jadi pemaaf......




Print Friendly and PDF

Ditulis Oleh : Irrafeisal ~ Journey Of Destiny|We learn together to increase knowledge| we share knowledge and strengthen the friendship

Artikel Journey of Destiny : Menahan Amarah Menghapus Dendam ini diposting oleh Irrafeisal pada hari Jumat, 26 Agustus 2016. Terimakasih atas kunjungan Anda serta kesediaan Anda membaca artikel ini. Kritik dan saran dapat Anda sampaikan melalui kotak komentar. Semoga Artikel Journey of Destiny : Menahan Amarah Menghapus Dendam ini bermanfaat. Dan Apabila friend Irrafeisal ingin artikel ini ada di postingan Anda, silahkan di copy paste aja, agar bisa menyebarkan lebih luas lagi ilmu yang bermanfaat...

Get free daily email updates!

Follow us!



Share to Facebook Share this post on twitter Bookmark Delicious Digg This Stumbleupon Reddit Yahoo Bookmark Furl-Diigo Google Bookmark Technorati Newsvine Tips Triks Blogger, Tutorial SEO, Info

0   komentar

Cancel Reply








Google PageRank Checker
DMCA.com

Daisy

Daisypath - Personal pictureDaisypath Anniversary tickers

backlink

Website Backlink Service


Auto Backlink Gratis : Top Link Indo

Auto Backlink Gratis : Top Link Indo



Beats Dofollow

Banner Qinthani : Top Link Indo
>