Secara ilmiah Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta. Dalam kehidupan kita juga memiliki gravitasinya sendiri, memilik saling tarik menarik antara diri kita pribadi dengan orang di sekitar kita bahkan lingkungan kita dan untuk menyeimbangkan gravitasi kehidupan kita agar tidak ada unsur negatif, kita harus memiliki keteguhan iman yang berlandaskan keimanan pada Allah SWT, dengan ada nya keimanan kepada Allah SWT, kita akan selalu bersyukur dengan apa yang telah ditakdirkan dalam kehidupan kita, seperti halnya saya dalam menjalani kehidupan ini, dengan keimanan dan percaya bahwa Allah SWT selalu ada untuk saya, saya selalu menjalani kehidupan dengan rasa syukur dan sabar, apalagi dalam keadaaan dan
Selasa, 11 April 2017
Rabu, 18 Januari 2017
Journey of Destiny : Zaman Ini Zaman Fitnah Journey of Destiny : Zaman Ini Zaman Fitnah
DUNIA AKHIR ZAMAN. Astagfirullahal'adzhim.. Usia manusia semakin tua. Begitu juga dunia, karena setiap yang hidup itu ada matinya. Setiap permulaan ada penghujungnya. Dunia yang kita pijak di atasnya ini tidak terkecuali. Semakin hampir kepada penghujung usianya (dunia) terdapat tanda-tanda yang boleh kita renung.
Masa terasa pendek, amal soleh berkurangan, kebakhilan bermaharajalela, fitnah berleluasa dan banyaknya kekecohan. Jangan mudah percaya, jangan pula jadi penyebar fitnah..Nauzubillah. Apa makna hidup kalau asyik berdendan, bermusuh dan tak puashati. Bermaafan dan eratkan Silaturrahim menenangkan hidup. Manisnya hidup apabila kita menyambung Silaturahim di antara sesama kita, jauhkan permusuhan dan pertengkaran kerana kita telah diikat dengan "RAHIM" yang datang dari Nabi Adam dan Hawa, jika kita putuskan, maka putuslah rahmat Allah ke atas diri kita, hubungkanlah Silaturahim itu di atas nama Allah.
Sabtu, 05 November 2016
Journey of Destiny : Meniti Mahligai Pernikahan Yang SaMaRa ~ 8th Marriage Anniversary Journey of Destiny : Meniti Mahligai Pernikahan Yang SaMaRa ~ 8th Marriage Anniversary
“Sebuah perahu kecil bertolak dari dermaga mengarungi lepas pantai..
Menuju pulau Asa..
Sesekali ombak menerjang membuat perahu oleng..
Sesekali angin kencang menghempas..
memalingkan arah perahu dari tujuan..
Nampak sepasang insan ditengah perahu, sesekali mengencangkan pegangan dan mengerutkan dahi menahan hempasan ombak..
Namun senyum kembali hadir seiring langit yang cerah mengusir kelamnya badai..”
Selasa, 27 September 2016
Legenda Nusantara : Asal Mula Situ Bagendit (Jawa Barat) Legenda Nusantara : Asal Mula Situ Bagendit (Jawa Barat)
Pada jaman dahulu kala disebelah utara kota garut ada sebuah desa yang penduduknya kebanyakan adalah petani. Karena tanah di desa itu sangat subur dan tidak pernah kekurangan air, maka sawah-sawah mereka selalu menghasilkan padi yang berlimpah ruah. Namun meski begitu, para penduduk di desa itu tetap miskin kekurangan.
Hari masih sedikit gelap dan embun masih bergayut di dedaunan, namun para penduduk sudah bergegas menuju sawah mereka. Hari ini adalah hari panen. Mereka akan menuai padi yang sudah menguning dan menjualnya kepada seorang tengkulak bernama Nyai Endit.
Selasa, 20 September 2016
Legenda Nusantara : Asal Mula Danau Toba (Sumatera Utara) Legenda Nusantara : Asal Mula Danau Toba (Sumatera Utara)
Di sebuah desa di wilayah Sumatera, hidup seorang petani. Ia seorang petani yang rajin bekerja walaupun lahan pertaniannya tidak luas. Ia bisa mencukupi kebutuhannya dari hasil kerjanya yang tidak kenal lelah. Sebenarnya usianya sudah cukup untuk menikah, tetapi ia tetap memilih hidup sendirian. Di suatu pagi hari yang cerah, petani itu memancing ikan di sungai. “Mudah-mudahan hari ini aku mendapat ikan yang besar,” gumam petani tersebut dalam hati. Beberapa saat setelah kailnya dilemparkan, kailnya terlihat bergoyang-goyang. Ia segera menarik kailnya. Petani itu bersorak kegirangan setelah mendapat seekor ikan cukup besar.
Ia takjub melihat warna sisik ikan yang indah. Sisik ikan itu berwarna kuning emas kemerah-merahan. Kedua matanya bulat dan menonjol memancarkan kilatan yang menakjubkan.
Senin, 19 September 2016
Legenda Nusantara : Asal Mula Bunga Kemuning (Riau) Legenda Nusantara : Asal Mula Bunga Kemuning (Riau)
Pada suatu masa, hiduplah sepuluh orang putri raja yang sangat cantik-cantik. Ibu mereka sudah lama meninggal dan ayah mereka, sang raja, begitu sibuk dengan urusan kerajaannya sehingga mereka hampir tidak punya waktu untuk berkumpul bersama. Akibatnya putri-putri ini menjadi nakal dan manja, kecuali sang putri bungsu, putri Kuning. Ya, mereka memang diberi nama dengan nama warna. Ada putri Jambon, putri Hijau, putri merah merona, putri nila dan lain-lain. Barangkali dulu sang ibu berharap anak-anaknya akan memberi banyak warna di kehidupan ini. Sayang, sang ibu keburu meninggal sehingga tidak sempat mendidik mereka sengan baik.
Kesepuluh putri ini selalu memakai pakaian dan perhiasan yang sewarna dengan nama mereka. Putri Merah selalu memakai warna merah, demikian juga putri-putri lainnya.
Jumat, 16 September 2016
Legenda Nusantara : Asal Mula Batu Menangis (Kalimantan Barat) Legenda Nusantara : Asal Mula Batu Menangis (Kalimantan Barat)
Darmi memandangi wajahnya lewat cermin yang tergantung di dinding kamarnya.
“Ah aku memang jelita,” katanya. “Lebih pantas bagiku untuk tinggal di istana raja daripada di gubuk reot seperti ini.”
Matanya memandang ke sekeliling ruangan. Hanya selembar kasur yang tidak empuk tempat dia tidur yang mengisi ruangan itu. Tidak ada meja hias yang sangat dia dambakan. Bahkan lemari untuk pakaian pun hanya sebuah peti bekas. Darmi mengeluh dalam hati.
Darmi memang bukan anak orang kaya. Ibunya hanya seorang janda miskin. Untuk menghidupi mereka berdua, ibunya bekerja membanting tulang dari pagi hingga malam. Pekerjaan apapun
Legenda Nusantara : Batu Gantung (Sumatera Utara) Legenda Nusantara : Batu Gantung (Sumatera Utara)
Alkisah, di sebuah desa terpencil di pinggiran Danau Toba Sumatera Utara, hiduplah sepasang suami-istri dengan seorang anak perempuannya yang cantik jelita bernama Seruni. Selain rupawan, Seruni juga sangat rajin membantu orang tuanya bekerja di ladang. Setiap hari keluarga kecil itu mengerjakan ladang mereka yang berada di tepi Danau Toba, dan hasilnya digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Pada suatu hari, Seruni pergi ke ladang seorang diri, karena kedua orang tuanya ada keperluan di desa tetangga. Seruni hanya ditemani oleh seekor anjing kesayangannya bernama si Toki. Sesampainya di ladang, gadis itu tidak bekerja, tetapi ia hanya duduk merenung sambil memandangi indahnya alam
Legenda Nusantara : Manik Angkeran - Asal Mula Selat Bali (Bali) Legenda Nusantara : Manik Angkeran - Asal Mula Selat Bali (Bali)
Pada jaman dulu di kerajaan Daha hiduplah seorang Brahmana yang benama Sidi Mantra yang sangat terkenal kesaktiannya. Sanghyang Widya atau Batara Guru menghadiahinya harta benda dan seorang istri yang cantik. Sesudah bertahun-tahun kawin, mereka mendapat seorang anak yang mereka namai Manik Angkeran.
Meskipun Manik Angkeran seorang pemuda yang gagah dan pandai namun dia mempunyai sifat yang kurang baik, yaitu suka berjudi. Dia sering kalah sehingga dia terpaksa mempertaruhkan harta kekayaan orang tuanya, malahan berhutang pada orang lain. Karena tidak dapat membayar hutang, Manik Angkeran meminta bantuan ayahnya untuk berbuat sesuatu. Sidi Mantra berpuasa dan berdoa untuk memohon pertolongan dewa-dewa. Tiba-tiba dia mendengar suara, “Hai, Sidi Mantra, di kawah Gunung
Legenda Nusantara : Asal Mula Danau Lau Kawar (Sumatera Utara) Legenda Nusantara : Asal Mula Danau Lau Kawar (Sumatera Utara)
Pada zaman dahulu, tersebutlah dalam sebuah kisah, ada sebuah desa yang sangat subur di daerah Kabupaten Karo. Desa Kawar namanya. Penduduk desa ini umumnya bermata pencaharian sebagai petani. Hasil panen mereka selalu melimpah ruah. Suatu waktu, hasil panen mereka meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Lumbung-lumbung mereka penuh dengan padi. Bahkan banyak dari mereka yang lumbungnya tidak muat dengan hasil panen. Untuk mensyukuri nikmat Tuhan tersebut, mereka pun bergotong-royong untuk mengadakan selamatan dengan menyelenggarakan upacara adat.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)








































