Jumat, 12 Juli 2013

6 Sifat Yang Dapat Mengurangi Kekhusyu'an Puasa di Tempat Kerja

Menjalani ibadah di bulan Ramadan akan kian sempurna bila dibarengi perbuatan yang menyenangkan orang lain. Sayangnya, banyak yang tak sadarkan diri, sifat dan perbuatannya bisa mengurangi kekhusyu'an ibadah bulan Ramadan. Tak hanya sifat-sifat ini merugikan diri sendiri karena mengurangi pahala ibadah, namun terkadang memancing emosi orang lain sehingga merusak ibadah rekan kerja.
Sifat apa saja yang dapat mengganggu kekhusyu'an puasa ketika berada di tempat kerja?
1. Iri hati
Boleh-boleh saja Anda mengidamkan pencapaian dan keberhasilan yang diperoleh rekan kerja. Tapi akan jadi masalah jika mulai muncul pemikiran, “Seharusnya saya yang mendapatkan itu.” Daripada menyakiti diri dengan rasa iri berlebihan, lebih baik kembangkan rasa iri menjadi motivasi untuk mencapai kesuksesan yang sama. Salah satu caranya, coba curi strategi atau ilmu rekan yang sukses lebih dulu. Jadikan pengalamannya menjadi motivasi Anda dalam meraih sukses dan membuat lompatan dalam karier.

2. Pemarah
Kemarahan tak akan membawa keuntungan bagi siapapun di tempat kerja, melainkan hanya menghancurkan reputasi, kredibilitas, dan profesionalisme Anda. Boleh-boleh saja jika Anda terlalu bersemangat menangani sebuah proyek atau tak sependapat dengan orang lain. Tapi alih-alih mengeluarkan emosi di depan orang, kendalikan emosi menjadi sebuah tindakan yang membawa keuntungan di mata orang lain. Dan ingat, berpuasa adalah ibadah untuk melatih kesabaran.

3. Tamak
Ungkapan “lebih cepat lebih baik” mungkin baik untuk memotivasi diri. Tapi jika dilakukan tanpa persiapan yang baik dan matang, Anda justru tak akan siap ketika melangkah ke jenjang berikutnya. Ingin cepat-cepat mendapatkan sesuatu dengan proses singkat justru membuat Anda tamak dan melupakan proses.

4. Lamban
Terlalu tergesa-gesa memang tak baik, tapi terlalu lamban juga akan memberi dampak buruk untuk kemajuan karier Anda. Kemalasan dan kelambatan tidak boleh ditolerir dalam urusan kerja. Tak ada yang bisa disalahkan jika rekan Anda yang lebih rajin kemajuannya pesat. Tapi ada potensi kelambanan Anda memancing emosi seseorang dan mengurangi pahala puasanya.

5. Terlalu bernafsu
Menerapkan istilah “Rumput tetangga lebih hijau” dalam bekerja adalah sebuah kesalahan. Anda hanya akan buang waktu dengan terus memperhatikan urusan orang lain, bukannya fokus menangani pekerjaan Anda. Jangan terlalu bergairah ikut campur urusan orang lain. Bagaimana kalau napsunya dipergunakan untuk menyelesaikan pekerjaan sendiri? Karena tak peduli betapa ambisiusnya Anda, yang paling penting bagaimana performa kerja dan apa yang bisa diberikan untuk posisi Anda sekarang. Dan bukankah berpuasa menuntut seseorang menahan hawa nafsu?

6. Sombong
Terkadang orang terlalu membanggakan pencapaian yang diperolehnya tanpa mengindahkan bantuan apa saja yang pernah diterimanya dari orang lain. Ketika kesuksesan diraih, seseorang akan lupa dengan orang-orang di sekitarnya, terutama di bawahnya. Mereka menganggap kesuksesan itu buah solo-kariernya.
(riz/adm)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar